ini tentang cinta, cintaku pada ayah. aku berusaha jujur tentang cintaku buat ayah, yang sering aku sembunyikan darinya.
ayah bagiku adalah sahabat yang sangat aku sayangi. tampaknya, ayah memanglah bukan orang yang hebat. bukan pejabat, tak ada tahta, tak ada gaji per bulan, tak ada jas, tak ada sepatu mengkilat, tak ada pangkat, tak ada apa lagi yang harus aku sebutkan tentang kemewahan di dunia ini ayah?
tapi ayahku tampan, lebih tampan daripada para menteri-menteri yagn ada, ada darah arab dari wajahnya. seringkali aku menginginkan hidung mancung seperti ayah. tapi cukuplah daguku mewakilinya. alhamdulillah.
ayah senang di dapur, bukan di kantor. ayah selalu di rumah. ayah menjadi senang memasak, ia adalah koki terbaik. setiap sarapan, aku tau, ayah yang memasak semua lauknya, sayur asam, kadang lodeh, kadang sop (yang sangat aku sukai buatan ayah,apalagi kalau ada ceker dan kepala ayamnya). tentang kepala ayam, dulu aku ingat, saat gigiku masih banyak yang berwarna cokelat, aku sangat suka otak ayam. lalu, ayah memecahkan kepala ayam, lalu ayah memberikan otaknya padaku. aku rasakan cintamu ayah. waktu itu aku lihat ayah minum es, aku tahu ayah suka es. hingga aku ingiiin sekali meminumnya. lalu, ayah memecahkan esnya menjadi serpihan kecil, sangat halus, dari mulut ayah, lalu diletakkan pada sendok, dan akhirnya aku dapat merasakan es itu. aku merasakan cintamu ayah :).
kembali ke sarapan, ayah melengkapkan semuanya untuk sarapan orang serumah, mami, uti, kakung, dan buyut. semua makan. tapi, aku lihat ayah, masih teruuus saja berkutat di dapur. membuat adonan, merebus kacang hijau yang telah dikupas kulitnya, mencuci piring, dan banyak lagi. Ayah, hatiku pilu, melihat apa yang kau lakukan. tapi aku tak bisa menunjukkan cintaku sebagaimana ayah menunjukkan cintanya padaku.
apa yang aku lakukan, aku hanya bertanya, "ayah, gak sarapan?"
ayahpun hanya menjawab, "nanti aja." ia tetap terus berkutat dengan semua kesibukannya di dapur. kita semua telah sarapan. hatiku pilu yah.. aku ingin ayah sarapan juga saat itu. tapi ayah hanya bilang, "ambilkan nasi buat mami, minta lauk apa, minumnya jangan lupa, sama air buat cuci juga jangan lupa." ayah masih berkutat dengan kesibukannya di dapur. ayah sangat mencintai mami :). hingga siang menjelang, aku lihat ayah masih tidak makan. tapi aku diam saja. tiba-tiba ia pulang dengan membawa bungkusan, gado-gado, tahu bumbu, rujak, dan banyak lagi, tapi tidak dalam sekali beli. ayah baru sarapan pukul sebelas. dan itupun ia tak makan masakannya sendiri, karena semua sudah habis dilalap orang lima.
ayah.. hatiku memanggilmu lirih, seiring kata maaf..
dulu waktu kecil, aku sering menulis tentang ayah. aku menulis karena kekesalanku pada ayah. ayah keras. setelah kuselidiki, hipotesisku menyatakan bahwa itu adalah faktor genetik dari ayahnya yang berpangkat kapten angkatan darat. aku sering melampiaskan kekesalanku pada ayah di buku diariku yang masih polos waktu itu. ketika aku beranjak remaja, aku teringat, pagi itu aku mengenakan seragam putih biruku. air mata mengiringi jalanku ke sekolah. aku bertengkar dengan ayah. hanya masalah sepele. semua temanku bertanya, "pasti tengkar lagi ya sama ayahmu?" aku hanya bisa mengangguk pasrah, karena tak ada tenaga akibat tangisku. pertengkaran itu kerap kali terjadi antara aku dan ayah.
kenapa aku sering tengkar sih, sama ayah?
ketika aku mengenakan seragam putih abu-abuku, pelajaran biologi tentang darah yagn mengharuskan aku untuk tes golongan darah. kudapati golongan darahku AB, sama dengan ayah. aku baru mengetahuinya. lalu aku berfikir, ini hipotesis dadakan, mungkin aku sering bertengkar dengan ayah karena aku mempunyai golongan darah yang sama dengan ayah. hah, lelucon sekali pikiranku. sophia, teman chatku di omegle bilang, lol-laughing out loud sambil menambahkan smiley 'xD'. entahlah, jawaban yang pasti itu ada pada Allah, penyabab pasti mengapa aku sering berselisih dengan ayah.
tapi sekarang, aku tahu kerasmu itu adalah cintamu ayah..
dulu aku juga ingat, waktu aku demam, ketika itu aku di kamar mandi, sedang BAB, dengan kepala pening. aku ingin ayah menungguiku, karena aku takut di kamar mandi sendirian, tapi ayah harus beli sesuatu waktu itu, dan aku tak mengerti. aku menangis, memanggil namamu ayah..
aku pernah melihat ayah bertengkar waktu itu dengan mami, aku bersembunyi dibalik lemari buku milik kakekku, aku menangis yah, melihat ayah dan mami tengkar, saling tak tegur sapa. tapi aku diam saja. tapi tiba-tiba, ayah mendatangiku. entahlah apa yang membawa kepadaku. lalu tebak apa yang ia lakukan? ia menceritakan semua masalahnya dengan mami. bayangkan waktu itu aku masih kelas 4 SD. aku tahu, ayah kesepian. ayah sangat kesepian. tapi aku belum mengerti waktu itu. dan akhirnya, aku mengerti apa masalahnya. lalu aku beranikan diri untuk menanyakan masalah itu pada mami. kuajak mami menuju kamarku, "mam, mami gak nyapa yah sama ayah? diem dieman yah?" respon ibuku hanyalah tertawa. malamnya aku menguping pembicaraan mereka berdua, diam-diam aku mencermati, mami menceritakan apa yang aku katakan padanya. akupun lega.
aku sama pelupanya dengan ayah, parah!
seiring dengan waktu, ayah bercerita tentang semua kehidupan ayah. aku tahu kenapa ayah merasa kesepian. semakin lama, ayah semakin seperti sahabatku, ia sering menceritakan masalahnya padaku. aku semakin mengerti ayah :)
aku satu-satunya buah hati ayah. kemana-mana, bukan mami yang mendampingiku, tapi ayah. ketika SD, aku lihat fotoku dan ayah. semua temanku mengikuti jalan santai tanpa orang tua mereka. tapi lihatlah, aku berada di barisan paling depan, bergandengan dengan tangan kiri ayah, dan tangan kanannya membawa sekeresek tanggung berisi minuman dan aneka cemilan. ketika SMP pun, ayah tetap mengantarku. berangkat sekolah, aku menaiki sepeda tua ayah, yang lettingnya sudah hilang satu, yang sering mogok, yang lampunya tidak menyalak dengan terang di malam hari, yang dibilang familiar kata seseorang, yang banyak lainnya, semua kata yang berhubungan dengan kekunoan. tapi cinta ayah, kasih sayang ayah, ketulusan ayah, keikhlasan ayah, menjadikan kekunoan itu sebuah keistimewaan yang tak ada harganya. walaupun pernah pagi itu sepeda tuanya mogok hingga harus ganti busi beberapa kali, hingga aku terlambat ke sekolah, dan memasang wajah balon. hah! hingga SMA pun, ayah selalu setia :) hingga semua temanku bahkan guruku bilang kalau aku adalah anak ayah!
teringat saat aku mendapatkan sepeda matic baru, aku sangat senang. hatiku bergerak pelan lalu berjingkrak liar. aku bisa jalan kemanapun sepuasku, bisa tanpa ayah, yes! tapi lalu ayah berkata sesuatu yang mengisyaratkan rasa kehilangan, "kamu pasti nanti kemana-mana, ngeluyur, sepeda ayah gak dipake lagi, gak tepat waktu, kamu pasti cuek sama ayah!"
resapi kata-katanya. ia cemburu pada sepeda maticku,karena aku mulai meninggalkan sepeda tuanya yang setia mengantarku kemanapun aku pergi, sejauh apapun jaraknya, terik hujan, siang malam. ayahku cemburu karena sepeda tuanya terasingkan. hah! ayah..
ayah selalu menanyaiku ketika aku menyukai seseorang :). ia selalu ingin tahu siapa orangnya. hah, ayah..
ketika aku mendapatkan juara 1 di kelas, ayah hanya bertanya, "sandalmu rusak?" itu artinya ia akan membelikan aku sandal baru sebagai hadiah juara satu :)
aku jarang melihat ayah pakai baju bagus. semua kaosnya yang dipakai sehari-hari adalah baju iklan yang ia dapatkan dari toko langganan untuk membeli bahan-bahan kue. aku pilu. bajuku selalu baru, dibeli bari uang ayah, tapi kenapa ayah enggan membeli baju baru? tak seperti aku yang selalu mami belikan? hampir semua bajunya ia dapatkan dari pemberian saudaranya, adik iparnya, dari kakekku, hanya itu. hingga pada suatu hari, aku akan membuang sebuah baju, baju itu adalah kaos yagn aku kenakan ketika ujian praktek ketika SMP. tapi ayah bilang sambil menahan langkahku menuju tempat sampah, "jangan dibuang, tak ambil ayah, tak pakek ayah aja." Ya Allah, bagiku baju itu tak ada harganya, tapi ayah menghargainya. hatiku pilu mendengarnya, kutatap wajah ayah waktu itu, hanya pilu yang kurasakan. ia sering memakainya, ketika di dapur, ketika tidur. ayah..
setiap adzan berkumandang, ketika akan menunaikan solat, ayah selalu mandi sebelum solat. aku sering mendapatinya tak tepat waktu. tapi aku yakin, Allah akan mengampuni dosa-dosa ayah, karena keterlambatan ayah adalah karena mengurusi semua tentang istrinya yang sangat ia cintai. ayah selalu mendahulukan kebutuhan mami yang sedang sakit. ayah selalu solat dengan menggunakan baju kokonya yang sudah kusam. warna abu-abu, entah pemberian siapa. ayah solat di depan pintu kamar mami, karena ayah tau, aku pun tau, mami takut sendiri. setelah solat, ia sangat khusyuk berdzikir, hingga tertidur. ketika subuh, suaranya ketika berdzikir terdengar hingga pintu kamarku yang berada pas di atas kamarnya. ketika membaca alQuran pun suaranya terdengar. aku mengidolakan ayah ketika membaca alQuran :)
ketika ayah bekerja di dapur, ketika surat Ar Rahman berkumandang menyambut maghrib, ayah selalu mengikutinya.
'nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?'
ayah sangat setia pada mami. ketika kusuruh ia untuk menikah lagi mengingat keadaan ibu, dalam konteks bercanda waktu itu, di hadapan mami juga, ayah menjawab, "apa yang mau ayah wariskan sama istri ayah yang baru? gak kira ada yang mau, saingan banyak, hahah!" kitapun tertawa.
ayah adalah suami penyabar, sekalipun mami sakit menahun :) semua orang bilang, sangat sulit mencari suami seperti ayahmu. ayah sangat istimewa. ayah tak pernah memukulku, berlakukasar padaku, tak pernah. begitu pula pada mami.
satu kesalahan terbesarku adalah menyesalkan keadaanku, ketika aku merasakan kesepian yang sangat, aku yang tak punya saudara, di depan ayah. maafkan aku ayah..
masih banyak cerita persahabatanku kepada ayah, tentang aku yang tak bisa membalas cintanya, tentang aku yang belum menerti ayah sepenuhnya, dan semuanya tentang ayah. ayah tak berlebihan, ayah sederhana, ayah pada keterbatasan. tapi cintanya, tulusnya, ikhlasnya, doanya, sabarnya, kepeduliannya, adalah kekayaan :)
Aku tahu, ayah selalu berdoa untuk keluarganya, untuk mami, untuk anaknya, untuk ibunya, untuk almarhum ayahnya, untuk adik-adiknya, untuk dunianya, untuk akhiratnya, untuk semuanya, untuk kesembuhan mami, dan untuk dirinya.
Allah Maha Adil dan sangat menyayangi makhluk-Nya.
Ayah..
maafkan aku ayah, aku masih belum bisa membahagiakan ayah,aku sering tak tepat waktu ketika pulang ker rumah, hingga ayah menelfonku berulang kali yang membuat pulsa ayah habis dan aku tahu, harus tunggu beberapa minggu untuk mengisinya lagi.
Ayah..
maafkan aku ayah, aku jarang berada di rumah, ketika ayah memintaku untuk menjaga ibu, ketika ayah memintaku untuk membantu ayah untuk membuat kue, untuk mengeringkan cucian, untuk memasukkan sepeda motor, untuk tidak ceroboh, untuk mengecek kue di tiap toko yang ayah kirimi kue ayah yang terkadang aku lupa.
Ayah..
maafkan aku ayah, aku jarang pengertian terhadap ayah, semena-mena terhadap hati ayah, kadang tak menghargai ayah, kadang kesal kepada ayah, kadang membiarkan ayah, kadang menjelek-jelekkan ayah.
Ayah..
maafkan aku ayah, entah untuk apa, terlalu banyak dosaku padamu yah. kadang aku ingin meniggalkanmu, tapi aku tahu ayah tak rela, walaupun kadang aku tega
Ayah..
maafkan aku ayah, aku tak bisa menunjukkan cintaku seperti ayah kepadaku.
aku menyesali semuanya
AYAH..
MAAFKAN AKU AYAH..
tanpa doamu dan doa mami juga, aku tak akan seperti ini ayah, tak akan seperti sekarang
tanpa kasih sayangmu, tanpa cintamu, aku tak berarti apa apa ayah..
maafkan aku ayah..
dalam doaku, kusebut selalu namamu ayah
aku selalu berharap yang terbaik untukmu
aku berusaha untuk memberikan yang terbaik untukmu
aku akan mencintaimu selalu, ayah, mami,
hidup dan matiku :)